Cara Meladeni Orang yang Percaya Teori Konspirasi

Teori konspirasi tetap bertambah menarik daripada banyak membaca untuk mengenali informasi sebetulnya. Banyak teori konspirasi yang menyebar seperti konspirasi Bumi datar, pendaratan di Bulan palsu, sampai yang paling baru konspirasi COVID-19.

Tentu saja sekarang tidak ada lagi yang dapat menyanggah jika COVID-19 itu memang benar ada. Tetapi, teori konspirasi berkaitan virus mempunyai potensi beresiko sebab dapat membuat orang justru meleng serta tidak patuh prosedur kesehatan.

Lalu bagaimanakah cara yang efisien melayani orang yang yakin teori konspirasi?

Disampaikan ABC Australia, Selasa (29/6/2020) bila Anda mengenal dengan seorang yang yakin pada teori konspirasi, kemungkinan penting untuk menimbang background mereka.

Jadi, kenapa ada yang tertarik pada teori konspirasi? Serta bagaimana kita melakukan komunikasi dengan mereka yang sangat yakin kepadanya?

Teori konspirasi memberi keterangan naratif mengenai kenapa satu hal jelek berlangsung, tutur Dr Colin Klein, profesor rekanan di Australian National University College of Arts and Social Sciences.

Teori ini adalah ‘coping mechanism’ atau taktik pertahanan dalam hadapi ketidaktetapan.

Kemauan kita untuk mengenali sebab-akibat tidak tercukupi, hingga kita awali membuat teori, demikian keterangan Dr Colin.

Dr Micah Goldwater, dosen psikologi senior di University of Sydney, menjelaskan ini sama juga seperti saat kita mengarang narasi dalam pikiran sendiri saat seorang tidak membalas pesan kita.

Orang yang yakin pada teori konspirasi seringkali mempunyai prasangka pada lembaga seperti pemerintah serta perusahaan obat.

“Kemungkinan mereka tidak yakin pada lembaga ini atau mereka berasa tidak diberdayakan oleh ‘status quo’,” kata Dr Klein.

Orang yang berasa tidak berkapasitas memungkinkan menyepakati serta menebarkan teori konspirasi.

“Meskipun (orang yang yakin pada teori konspirasi) kemungkinan usai dalam tempat yang keliru, dalam banyak masalah, bibit keraguannya bukanlah tidak beralasan,” papar Dr Klein. Fakta lain orang meyakini teori konspirasi ialah faktor sosial.

“Ini ialah langkah yang bagus untuk bersahabat sama orang baru,” kata Dr Micah.

“Beberapa keyakinan terkait dengan kelompok-kelompok sosial, lantas dengan saling sepakat akan ide jadi sinyal diterima di barisan itu.”

Berikut 5 langkah untuk melayani beberapa orang yang yakin teori konspirasi:

Memperoleh info yang keliru itu beresiko, jadi dapat dipahami jika Anda berasa susah saat lihat seorang yang diketahui bagikan upload teori konspirasi di sosial media.

Tetapi, pada dasarnya, aksi ini didorong rasa takut, papar Dr Micah, hingga sedikit saja empati bisa berefek besar.

Berikut banyak hal yang bisa Anda kerjakan:

1. Coba jauhi tema perbincangannya

Elizabeth Shaw, CEO yayasan Relationships Australia NSW, menjelaskan memperdebatkan teori konspirasi akan berbuntut pada jalan buntet.

“Bila Anda benar-benar tidak sepakat dengan seorang, tetapi ingin jaga jalinan, terkadang langkah terbaik dengan stop mengulas hal yang diperdebatkan,” kata Elizabeth.Berupaya memberitahukan bila mereka salah menurut dia ialah usaha yang percuma.

“Pokok dari teori konspirasi ialah terdapat beberapa orang berkonspirasi untuk menutupi bukti,” papar Dr Klein.

Ini bermakna aksi apa saja kecuali yakin, ialah sisi dari konspirasi.

Yang bermakna, bukti apa saja yang kita coba beri pasti tidak diterima atau mungkin tidak memberikan keyakinan di mata mereka.

“Sekali seorang sangat yakin, susah untuk memberikan keyakinan mereka salah dengan bukti,” kata Dr Klein.

2. Janganlah lekas menampik perbincangan

Jika tema ini ada, Anda bisa coba mengeduk bertambah kenapa rekan atau orang dekat Anda dapat yakin suatu hal.

“Sangat penting untuk pahami mengapa seorang memikir demikian,” kata Elizabeth.Mungkin sebab mereka takut pada penyakit spesifik, contohnya, serta dengan pelihara rasa ingin tahu serta terus menanyakan, Anda kemungkinan mendapatkan jawabannya, kata Elizabeth.

Bila cuman konsentrasi pada teori konspirasinya, kemungkinan Anda akan menyepelekan dari pertama, sambungnya.

3. Mendekati dengan kebaikan serta tolak bujukan untuk menghina

Elizabeth menjelaskan jika Anda mulai mendakwa mereka aneh, mereka pasti bela diri semaksimal mungkin.

Dibanding melakukan, lebih bagus memberitahukan bila Anda tidak berupaya untuk mengganti pemikiran mereka, dan juga tidak ikuti jejak mereka.

“Mengakui saja jika kalian berpendapat yang lain,” pendapat Elizabeth.”Tanyakanlah pada mereka, apa ini jadi permasalahan buat kita, serta jika iya, apakah yang seharusnya kita kerjakan?”

Elizabeth menjelaskan dengan lakukan bahasan ini, maka semakin lebih pecahkan permasalahan, daripada memperdebatkan tema yang tidak akan habis-habisnya.

4. Terkadang lebih bagus sepakat tidak untuk sepakat

Elizabeth menjelaskan walau kita mempunyai pandangan semasing, kita tidak punyai hak untuk memaksa opini pada seseorang, atau memaksakan supaya mereka beralih.

Sepakat untuk sama-sama tidak sepakat kemungkinan ialah cara yang pas, bila seorang tidak berupaya memaksakan Anda untuk lakukan hal sama dengan mereka.

“Bila teori seorang memengaruhi jalinan, atau mereka berupaya serta memaksakan supaya Anda ikuti mereka, berikut keadaan dimana semua akan semakin susah,” kata Elizabeth.

5. Untuk jalinan persahabatan, jangan pikirkan ketidaksamaan

“Saya pikirkan apa yang perlu Anda tanyakanlah pada diri kita ialah: Adakah langkah lain supaya jalinan yang telah terikat bertambah lebih berarti?” papar Elizabeth.

“Meskipun mereka mempunyai pemikiran tidak sama, apa mereka mengganggu saya? Apa mereka betul-betul minta supaya saya beralih? Atau mereka cuman meminta saya untuk dengar serta terima pandangan mereka yang lain?” kata Elizabeth.

Serta jika jawabannya ialah mereka cuman ingin didengar serta pandangan mereka diterima, karenanya masih dapat diurus.

Juru Bicara Satgas Perlakuan Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan ada 309 kabupaten/kota yang menyelanggarakan pilkada (Pemilihan kepala daerah) 2020. Dari jumlah itu, 45 wilayah salah satunya masuk ke zone merah atau efek tinggi penyebaran virus covid-19

Updated: January 27, 2021 — 3:25 pm