Dari Cianjur ke Cipatat Sudah Bisa Naik Kereta

 

Kementerian Perhubungan resmikan pengoperasian reaktivasi jalan kereta api di Jawa Barat. Persisnya pada jalan kereta api rekanan Ciranjang-Cipatat.

Dirjen Perkeretaapian Zulfikri menerangkan jalan ini adalah kelanjutan dari usaha reaktivasi jalan kereta Cianjur-Padalarang. Awalnya pada 2019, Kemenhub sudah mengakhiri fragmen pertama reaktivasi, yakni dari Cianjur ke Ciranjang sejauh 15 km.

Selanjutnya, ini hari diresmikan reaktivasi jalan dari Ciranjang ke Cipatat sejauh 15 km. Selanjutnya, akan diteruskan dengan jalan Cipatat sampai Padalarang sejauh 13,8 km.

“Lintas Ciranjang Cipatat ini ialah fragmen ke dua dari gagasan program reaktivasi Cianjur-Padalarang yang tidak bekerja semenjak tahun 2012. Fragmen 2 ini Ciranjang-Cipatat selama 15 km, lantas kelak diteruskan Cipatat-Padalarang 13,8 km,” tutur Zulfikri dalam acara peresmian yang ditayangkan lewat Zoom, Senin (21/9/2020).

Zulfikri menjelaskan dengan lihat situasi geografis yang paling susah, dan dengan gradien yang tinggi sekali, karena itu sekarang ini untuk fragmen ke-3 faksinya masih lakukan studi trase. Diinginkan tahun 2022 fragmen ke-3 akan diawali pembangunannya.

“Mengingat situasi geografisnya benar-benar susah serta gradien tinggi, kami masih cari studi untuk mencari data yang efektif dalam pembangunannya,” tutur Zulfikri.

Dengan pengopersian jalan ini, Zulfikri menjelaskan akan ada kenaikan kemampuan lintas kereta api dari yang sebelumnya cuma 3 perjalanan jadi 7 perjalanan. Dengan demikian waktu pintas KA Cipatat – Sukabumi atau kebalikannya jadi cuma 2,5 jam. “Itu seputar 30 menit bertambah cepat dari model transportasi darat mobil atau bis,” papar Zulfikri.

Untuk anggarannya sendiri jalan Ciranjang-Cipatat ini habiskan budget APBN Tahun 2019 sejumlah Rp 118 miliar. Dipakai untuk beberapa pekerjaan, diantaranya kenaikan jalan dengan pergantian Rel KA R.33 jadi Rel R.54 dan normalisasi tubuh jalan.

“Faedah yang didapat hasil dari pembangunan ini diantaranya kenaikan keselamatan serta kenyamanan, kenaikan aksesibilitas serta mobilitas, dan membuat lancar roda perekonomian. Kita mengharap dengan beroperasinya jalan ini mobilitas orang serta barang di seputar daerah ini bertambah gampang serta efektif,” papar Zulfikri.

Jalan ini diinginkan bisa menjadi jalan pilihan kereta api dari Bogor ke Bandung. Warga Bogor tak perlu ke Jakarta bila ingin ke Bandung dengan model kereta api, sebab dapat lewat jalan ini.

Updated: January 27, 2021 — 3:25 pm